Kamis, 05 Februari 2015

Resensi Buku

          Bismillahhirrahmannirohim. Hai teman-teman ini adalah kali pertamaku memposting di blog. Saya akan memposting mengenai Resensi Buku. Semoga bisa bermanfaat ya!

Resensi 1 : PESONA DAN KARISMA JOKOWI

Penulis : Bagus D. Wijoyo 
Penerbit : Sinar Kejora 
Terbit : Oktober 2012 
Tebal Buku : 142 halaman 
Resentator : Ima Nuraini 
      Buku ini menceritakan seorang pria yang bernama Joko Widodo (Jokowi). Jokowi dilahirkan di kota Solo pada tanggal 21 Juni 1961. Jokowi adalah anak pertama dari Sujiatmi dan Notomiharjo. Notomiharjo adalah seorang tukang kayu. Oleh karena itu, sewaktu ia masih kecil hidupnya penuh keprihatinan dengan tempat tinggal yang berpindah-pindah tempat. Dulu, ia bersekolah di TK Ketelan, SDN 111 Tirtoyoso, SMPN 1 Solo dan SMAN 6 Solo. Sejak TK sampai SMA, Jokowi selalu menjadi juara kelas. Setelah lulus dari SMAN 6 Solo dengan nilai terbaik dan menjadi juara umum, Jokowi masuk ke Universitas Gadjah Mada dan mengambil jurusan Teknologi Kayu Fakultas Kehutanan UGM. 
     Saat kuliah Jokowi menemukan tambatan hatinya, Iriana, yang sekarang sudah menjadi istrinya. Sesudah lulus kuliah, ia langsung mendapatkan pekerjaan di PT. Kertas Kraft di Aceh. Tetapi, pekerjaannya di sana tidak bertahan lama karena ia merasa tidak betah bekerja disana. Setelah itu, ia membuka usaha mebel miliknya yaitu CV. Roda Jati. Dari sinilah, ia sukses merintis usaha mebelnya.
      Pada tahun 2005 ia mencalonkan diri untuk menjadi wali kota Solo karena atas dorongan dari rekan-rekannya. Setelah pemilihan, ternyata ia terpilih menjadi wali kota Solo. Dan, selama memimpin Solo, sederet prestasi berhasil ia raih. Diantaranya, ia mampu menjadikan Solo sebagai The Spirit of Java. Ia juga berhasil membuat gebrakan dalam lini birokrasi. Dan, yang paling terkenal, ia sukses merelokasi para PKL praktis tanpa gejolak. 
      Setelah menjabat sebagai wali kota Solo. Lalu Jokowi mencalonkan diri untuk menjadi gubernur DKI Jakarta. Sebenarnya ia tidak berminat , tetapi atas bujukan dan dorongan dari Hasan Nasbi, Jusuf Kala, Megawati, Hashim Djoyohadikusumo, dan lain-lain, ia menjadi berubah pikiran dan mau mencoba mencalonkan dirinya. Setelah pemilihan, ternyata ia terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta. Ia pun meluncurkan janji perubahan dan optimisme.Atas peran media, ia pun naik pangkat dari “kelas lokal Solo” menjadi “kelas nasional Jakarta”. Dan memang, Jokowi adalah sosok pemimpin yang diharapkan oleh warga Jakarta. 
       Setelah membaca buku ini, dari sebagian kalimat, ada kata-kata yang kurang dipahami oleh saya. Tetapi berkat buku ini, saya bisa belajar dari masa lalu jokowi. Masa kecil yang tidak mudah dan serba kekurangan, tetapi ia tidak pernah mengeluh dan putus asa. Justru, ia semakin bersemangat dalam meraih cita-cita dan menyambut masa depan. Ia selalu belajar dari kesalahan dan kegagalannya yang kemudian membuat ia semakin mantap untuk melangkah. Kisah Jokowi dalam buku ini memang bisa menginspirasi banyak orang.

Resensi 2 : THE MIRACLE OF SYUKUR
Penulis : Indah Hanaco
Penerbit : Laskar Aksara
Terbit : 2012
Tebal Buku : 196 halaman
Resentator : Ima Nuraini
       Buku ini menceritakan tentang keajabain bersyukur. Bersyukur berarti selalu menerima apa yang ada di depan mata dengan bahagia dan menganggap ini sebagai bagian dari hadiah indah yang disiapkan Tuhan. Sekecil apa pun sesuatu yang kita terima seharusnya disyukuri. Terkadang, rasa syukur dianggap hanya pantas diucapkan ketika kita mendapatkan karunia yang besar, sehingga banyak hal-hal kecil yang terabaikan.
       Tuhan tidak pernah memberi sesuatu pada manusia tanpa maksud sama sekali. Selalu ada tujuan dibalik semua yang sudah Tuhan ciptakan. Bersyukur akan membuat kita merasa “kaya”. Karena, kita sudah menyadari bahwa semua sudah diatur dalam komposisi terbaik. Tak hanya untuk kita, tapi untuk orang lain disekitar kita.
       Menjadi orang yang gemar bersyukur itu tidak bisa dipaksakan. Meskipun orang-orang disekitar selalu mengingatkan, namun tidak akan berhasil sama sekali jika kita menolak untuk melakukannya. Bersyukur itu membuat hidup kita menjadi penuh arti. Jika tidak pernah bersyukur, bagaimana mungkin kita bisa menikmati hidup yang singkat dan indah ini. Sebenarnya kebiasaan bersyukur itu bisa diasah. Asalkan kita tidak pernah jenuh untuk melakukannya. Sesuatu yang dilatih terus-menerus pasti akan membuahkan hasil yang memuaskan. Banyak sekali nikmat yang kita terima dari Tuhan, hanya saja semuanya tertutupi label yang bertuliskan “sudah sepantasnya diterima”. Menurut seorang profesor yang berasal dari University of California, rasa syukur bisa meningkatkan kesehatan hingga 25% selama beberapa bulan. Bersyukur itu mudah untuk diucapkan tetapi sangat sulit untuk dilakukan. Butuh latihan berulang kali dalam rentang waktu yang panjang. Bahkan mungkin hingga seumur hidup manusia.
        Buku ini memang sangat bermanfaat untuk semua orang. Selain itu kata-katanya mudah dimengerti. Menurut saya tidak ada kekurangan dalam buku ini. Pesan dari buku ini adalah raihlah bahagia sebanyak mungkin, bersyukurlah setiap saat dan niatkan kehidupan yang kita jalani akan membawa pengaruh baik bagi orang lain pula. Dengan demikian, kita akan menjadi sosok yang kuat menghadapi hembusan angin dan hempasan badai kehidupan. Orang yang tangguh tahu kapan saatnya untuk melangkah dan memenangkan kehidupan ini. “Hidup tidak akan mudah jika kita memang mencari dan mengacu pada kerumitan. Hidup pastilah terasa berat jika kita selalu membandingkan pemberian Tuhan untuk kita dan untuk orang yang menurut kita lebih hebat”.

 Resensi 3 : BEST FRIEND FOREVER

Penulis : Khansa Akifah
Penerbit : Zettu
Terbit : 2013
Tebal Buku : 200 halaman
Resentator : Ima Nuraini
        Buku ini menceritakan tentang persahabatan berdasarkan kisah nyata. Persahabatan adalah istilah yang menggambarkan suatu hubungan dekat antara dua orang atau lebih. Persahabatan selalu diwarnai dengan pengalaman suka dan duka, dihibur dan disakiti, diperhatikan dan dikecewakan, didengar dan diabaikan, dibantu dan ditolak, tetapi itu pasti tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian. Persahabatan itu bukan soal status sosial, jenis kelamin, warna kulit, suku agama ataupun ras. Persahabatan lebih soal hati dan kecocokan antara dua individu atau lebih dan bisa saling mengerti satu sama lain, serta menghilangkan semua ego yang ada. Agar tercipta indahnya persahabatan.
       Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi. Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan disaat kita sedang membutuhkan bantuan, tetapi justru kita harus berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya. Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu dan akan menyanyikannya kembali ketika kamu lupa akan bait-baitnya. Cuaca bisa datang dan pergi, tetapi persahabatan tetap harus dijaga.
      Ingatlah bahwa sahabat sejatimu adalah mereka yang selalu ada disampingmu ketika kamu merasa sendirian, mengasihi kamu saat kamu merasa tidak dicintai, membantu kamu disaat kamu sedang kesulitan, selalu bersama kamu disaat kamu tak bisa memberikan apa-apa, yang selalu mengingatkanmu disaat kamu sedang khilaf dan selalu mengajakmu ke jalan yang benar.
       Buku ini memang bisa memotivasi banyak orang. Saya sangat menyukai buku ini karena kisah-kisah di dalam buku ini sangat menarik dan bisa dijadikan pelajaran untuk banyak orang. Kata-kata di dalam buku ini mudah untuk dimengerti. Buku ini sangat bagus dan tidak ada kekurangannya. Setelah membaca buku ini saya jadi mengerti bahwa sahabat itu, terkadang tak perlu kita cari. Dia yang akan menghampiri kita dengan sendirinya. Kita hanya perlu berbuat baik kepada siapapun. Dan yang terpenting, jangan sampai kita melupakan Allah. Jangan merasa sepi. La takhof wala tahzan innallaha ma’ana, Dia tak pernah meninggalkan kita. Maka jangan pula tinggalkannya.

Resensi 4 : AMIRA CINTA DARI TANAH SURGA

 
Penulis : Suliwe
Penerbit : Gema Insani
Terbit : April 2011
Tebal Buku : 232 halaman
Resentator : Ima Nuraini
       Buku ini menceritakan seorang gadis yang bernama Amira Az-Zahra. Ia adalah seorang mahasiswi jurusan matematika di FMIPA salah satu perguruan tinggi di kota Solo. Ia memiliki seorang ibu yang bernama Fatimah. Ibu Fatimah adalah sosok seorang ibu yang sangat hebat. Sedangkan ayahnya adalah seorang pemabuk sekaligus penjudi. Ia juga memiliki seorang adik tiri dari sang ayah yang telah berselingkuh dengan perempuan lain. Adik tirinya itu bernama Sarah.
      Untuk mencukupi kebutuhannya, Ibu Fatimah membuka warung nasi. Hari-hari seorang gadis itu selalu dipenuhi dengan ujian hidup yang sangat berat. Tetapi, semua itu berubah setelah kehadiran Muhammad Al-Fatih tetangga barunya. Fatih bisa membawa banyak perubahan di hidup mereka, mulai dari warung reformasi bu Fatimah, coklat besar dan kaki kiri untuk Sarah, usaha fotocopy panggilan Ardian, dan kerudung Amira.
      Sejak pertama kali Amira dan Fatih bertemu, mereka sudah saling tertarik. Fatih selalu ceria mengusik hati Amira. Keceriaan Fatih begitu mempesona sehingga tiada yang menyadari ia menyembunyikan penyakit kanker ganasnya yang telah memasuki stadium empat dan divonis bahwa hidupnya hanya tinggal dua bulan lagi. Namun Fatih tak ingin membuat Amira sedih, lalu ia berpura-pura telah menikah dengan seorang wanita dan mempunyai seorang anak. Dalam hati sebenarnya Fatih mencintai Amira, cinta yang tulus karena Allah.
     Sahabat dekatnya yang bernama Fahmi ternyata mencintai Amira. Di sisa hidupnya, Fatih pun berusaha membahagiakan Fahmi dan Amira. Dengan menyatukan mereka dalam ikatan pernikahan. Fatih menjadi saksi pengucapan ijab kabul Fahmi untuk Amira. Sebenarnya hati Fatih terasa begitu sakit. Tiba-tiba Fatih mendadak jatuh pingsan dan segera dibawa ke rumah sakit. Dan kondisi Fatih kritis. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Fatih menyampaikan pesan untuk Amira dan Fahmi. Semua tak bisa dihindari, sejak itu pun Fatih pergi dengan senyuman manis dibibirnya. Sedangkan Amira hanya bisa menangis.
       Buku ini sangat menarik. Tetapi bahasanya ada yang kurang dimengerti. Cerita dalam buku ini bisa menginspirasi banyak orang. Pesan dari buku ini adalah jika kita ingin mendapatkan seseorang maka hendaklah diniatkan tulus karena mengharap cinta Allah Azza Wa Jalla dan kita harus mencintai seseorang itu karena Allah S.W.T.

Resensi 5 : YAKIN
Penulis : Dr. Khalid Abu Syadzi 
Penerbit : Amzah 
Terbit : 2013 
Tebal Buku : 162 halaman 
Resentator : Ima Nuraini 
      Buku ini menceritakan tentang keyakinan kita kepada Allah S.W.T. Semua keutamaan kembali pada keyakinan yang ditanam oleh rasa takut di dalam hati. Keyakinan dalam hati tidak bisa lahir dengan sendirinya, kecuali ia dilahirkan bersama dengan sabar, tawakal, ridha dan takut. Yakin adalah iman secara total. Buah dari keyakinan adalah diampuninya segala dosa. 
      Keyakinan itu bagaikan mata yang tajam yang mampu memperlihatkan kepada kita akan hakikat dari sebuah amalan. Keyakinan bisa mengalahkan pahala kesabaran. Alangkah beruntungnya apabila di dalam hati terdapat segumpal keyakinan, atau secuil keyakinan, atu bahkan sebutir keyakinan, pastilah kita akan sampai pada derajat orang-orang shaleh dan pasti akan hidup bersama dengan orang-orang yang bertaqwa kelak di surga nanti. Allah mengistimewakan orang-orang yang yakin bahwa hanya mereka yang bisa mengambil manfaat dari ayat-ayat Al-Quran dan bukti-bukti keterangan. 
      Allah juga mengkhususkan orang-orang yang yakin bahwa hanya merekalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk dan keberuntungan diantara penduduk bumi. Allah juga mengabarkan bahwa para penghuni neraka adalah mereka yang tidak memiliki keyakinan. Makna keyakinan-keyakinan dalam diri kita yaitu meliputi, keyakinan terhadap Al-Quran, kematian, keyakinan terhadap kuasa Allah, dll. Jalan menuju yakin, diantaranya merenung, mentadaburi Al-Quran, mengetahui tafsir, dll.
      Setelah membaca buku ini, saya jadi lebih tahu tentang keyakinan dan buku ini bisa membantu saya mengikis keraguan serta meningkatkan keyakinan kepada Allah. Buku ini sangat bermanfaat untuk semua orang. Tetapi ada bahasa yang kurang saya mengerti dalam buku ini. Pesan dari buku ini adalah kita harus bisa menanamkan keyakinan dalam hati kita untuk bekal perjalanan di dunia ini. Agar di penghujung jalan nanti, hati kita bisa merasakan kedamaian taman surga yang penuh dengan keindahan, agar kita dapat melihat indahnya pahala dan agar kita dapat merasakan manisnya hari pembalasan.

Resensi 6 : JA(T)UH DIHATIMU


Penulis : @MomentKita
Penerbit : Matahari
Terbit : November 2013
Tebal Buku : 219 halaman
Resentator : Ima Nuraini
      Buku ini menceritakan tentang cinta yang ingin memiliki. Cinta adalah cara kita berjalan dengan penuh syukur. Kita memang tidak pernah tahu kapan, dimana dan dengan siapa kita jatuh cinta. Tak banyak yang kita tahu tentang cinta selain berusaha memahami. Dalam nada sederhana, cinta dinyanyikan untuk membesarkan dan mendewasakan kita. Luka dan kecewa yang disebabkan oleh cinta, secara ajaib akan disembuhkan pula oleh cinta. Cinta pula yang biasanya membuat kita selalu ingin berbagi dalam setiap kata yang kita tulis.
      Orang yang sebenarnya kita cintai adalah orang yang kita ingat ketika kita sedang bahagia, seolah kita ingin membagi kebahagiaan kita bersamanya. Juga yang kita harap ada ketika kita sedang sedih seolah kita ingin meluapkan tangisan kita di pundaknya.
      Dalam cinta pasti ada kata perpisahan. Memang sangat menyakitkan apalagi jika ada salah satu pihak yang menyakiti perasaan pasangannya. Mungkin jalan untuk melupakan seseorang yang pernah dicintai adalah move on dari segala kegundahan. Move on tak selalu harus menemukan seseorang yang baru, tapi setidaknya ingatan yang lama tidak lagi melukai kita. Memori memang tak bisa memilih mana yang harus ia simpan. Memori hanya mengupayakan mana yang mampu kita ingat. Tapi hati tau mana yang pantas kita lupakan.
       Kadang seseorang merasa harus segera mencari pengganti, hanya agar ia bisa menunjukkan diri ke orang yang pernah ada di masa lalunya. Kadang juga seseorang ingin memamerkan kebahagiaan, hanya untuk membuat seseorang yang telah meninggalkannya menyesal. Tapi pada akhirnya, hebat bukanlah dia yang bisa mendapatkan pasangannya terlebih dahulu setelah putus. Hebat itu yang bisa menunggu untuk mendapatkan yang terbaik setelahnya dan membalasnya dengan cara menunjukkan siapa dirimu setelah dia pergi.
        Cinta itu bisa datang dan pergi kapan saja, luka juga bisa hadir, singgah dan sembuh dalam waktu yang singkat atau tertanam semakin dalam. Semua itu tergantung bagaimana kita memilih menjalaninya. Percayalah, cinta akan kembali pada waktunya, jatuh tepat dihatinya, karena takdir telah memilih jalannya sendiri.
       Buku ini sangat bagus dan menarik. Tetapi dari sebagian kalimat, ada kata-kata yang kurang dipahami oleh saya. Pesan dari buku ini adalah cinta bisa memberi banyak pelajaran untuk selalu bisa memaafkan kesalahan, untuk bisa menerima segala kekurangan serta untuk menyadari sebuah penghargaan.

Resensi 7 : REFRAIN

 
Penulis : Winna Efendi
Penerbit : Gagas Media
Terbit : 2009
Tebal Buku : 318 halaman
Resentator : Ima Nuraini
      Buku ini menceritakan tentang dua orang sahabat yang bernama Nata dan Niki. Nata dan Niki saling mengenal sejak mereka berusia 5 tahun dan sejak itu pun mereka mulai bersahabat. Letak rumah mereka sangat berdekatan. Ibu mereka memang saling mengenal. Sejak kecil mereka selalu bersekolah di tempat yang sama dan selalu duduk sebangku. Nata selalu membonceng Niki ke sekolah menggunakan sepeda. Mereka berdua mempunyai kebiasaan, yaitu duduk di atas trampolin menunggu matahari terbenam sambil mengobrol tentang segalanya.
      Sekolah Nata dan Niki yaitu SMA Harapan kedatangan murid baru yang bernama Annalise, cewek pindahan yang berdarah blasteran dan dia anak dari seorang model dan designer terkenal, Vidia Rossa. Lalu Nata, Niki dan Annalise pun bersahabat. Mereka menjalani hari-harinya bersama-sama. Persabatan mereka seolah sempurna. Namun tanpa mereka sadari sebuah perasaan mulai terbentuk. Nata menyukai Niki, seseorang yang sejak kecil mau berteman dengannya di saat semua teman menjauhinya karena sikap pendiamnnya. Anna menyukai Nata sejak pertemuan pertama mereka di UKS. Saat perasaan mulai terungkap, persahabatan mereka mulai renggang. Anna dan Nata masing-masing mulai menerima cinta mereka yang bertepuk sebelah tangan. Kini Niki berpacaran dengan Oliver, kapten basket SMA Pelita. Tapi, Niki mulai menjauh dari mereka.
       SMA Pelita akan mengadakan pesta prom dress, Niki akan menjadi pasangan Oliver. Hingga saat prom dress Niki yang sudah susah payah mencari baju, dapat telepon dari Oliver bahwa ia sakit. Niki terkejut dan marah ketika melihat Oliver berpasangan dengan Helena. Tanpa sepengetahuan Niki, sahabatnya Nata datang menyelamatkannya dan langsung mengajaknya pulang. Akhirnya, mereka berdua kembali berbaikan. Kelulusan akan segera tiba. Nata sudah diterima sekolah diluar negeri tetapi dia tidak sanggup meninggalkan Niki. Lalu, Nata dan Niki memutuskan untuk menghabiskan hari terakhir Nata di Jakarta berdua saja. Akhirnya perpisahan itu terjadi, Nata akan pergi untuk waktu yang lama.
       Setelah hampir lima tahun mereka berpisah. Sampai suatu hari Nata memutuskan untuk pulang dan mampir ke sekolah lamanya. Teriakan seorang guru perempuan membuat Nata ingin mencari asal suara itu. Sosok guru itu adalah seorang wanita yang selalu mengisi hati Nata yaitu Niki. Hati Nata berdesir,terpaku dan tidak mampu bergerak ketika menemukan asal suara itu. Mereka berdua saling menatap. Lalu Nata menyentuh jari-jari tangan Niki dan menggengamnya erat. Dan akhirnya mereka bersama kembali.
       Buku ini sangat bagus dan menarik. Bahasanya mudah dipahami. Pesan dari buku ini adalah persahabatan itu gak memilih. Persahabatan bukan didasari oleh gender, usia, motif, atau apapun itu. Persahabatan yang tulus gak harus punya alasan. Tetapi, tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini, yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya. Dan jika kita menyukai seseorang, kita gak bisa memaksakan perasaan seseorang untuk menyukai kita. Yang bisa kita lakukan cuma merelakan, berharap supaya dia bahagia. Cinta itu gak memiliki, semua orang bebas merasakannya, menyimpannya. Tapi kalau kita terlalu takut untuk mengakuinya, selamanya kita bisa terperangkap di dalamnya.


Resensi 8 : TERIMAKASIH IBU

Penulis : @TerimakasihIBU
Penerbit : Wahyu Media
Terbit : 2013
Tebal Buku : 298 halaman
Resentator : Ima Nuraini
       Buku ini menceritakan tentang seorang Ibu. Seorang perempuan diciptakan untuk menyempurnakan. Perempuan ialah penyempurna bagi kehidupan pria yang dicintainya, sebagai seorang istri, dan seorang Ibu untuk anak-anaknya. Ia jugalah yang ada dibalik kesuksesan suami dan anak-anaknya. Perempuan yang mempunyai kecantikan dan kebijakan di dalam hatinya adalah seorang Ibu dan ini hanya dimiliki oleh seorang Ibu. Ketika seorang perempuan menjadi seorang ibu, hatinyalah tempat paling aman, tempat paling tenang, dan menyenangkan.
      Ibu itu malaikat bagi anaknya. Kenapa? Karena tidak ada yang melebihi cinta dari seseorang itu seperti cinta seorang ibu. Pekerjaan ibu itu tak semudah yang kita bayangkan, tak segampang yang kita rasakan. Pekerjaan menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang paling mulia. Pekerjaan seorang ibu itu pekerjaan yang paling hebat di yang ada di Semesta. Kenapa hebat? Karena, pekerjaan ibu itu tanpa hari libur. Pekerjaan ibu itu pekerjaan yang tidak bisa nyenyak untuk tidur. Belum lagi ibu harus mengurusi segala persiapan anak-anaknya untuk ke sekolah, mulai dari menyiapkan pakaian dan sarapan.
       Ibu tak peduli ribuan kesalahan anaknya, bahkan ketika anaknya menyakiti hatinya ia rela meneteskan air mata, air mata suci, air mata yang tak pantas untuk diteteskan, selalu ada jutaan maaf dari dia untuk anaknya. Air mata ibu tak pernah meminta apa-apa dari anaknya, tetapi doa ibu selalu menyertai air mata untuk anak-anaknya. Keikhlasan cintanya membuat Tuhan malu untuk tidak mengabulkan doanya. Ia memang tak sempurna, tetapi ia yang menyempurnakan anak-anaknya dengan cara yang disadari atau bahkan tak disadari oleh kita.
      Penyesalan setelah Ibu diambil oleh Yang Maha Kuasa, pasti dirasakan oleh setiap anak yang telah kehilangannya. Hilangnya ibu dalam hidup ini memang membuat kita begitu terpukul. Support, perhatian yang penuh, tatapan kasih sayangnya pada kita, semuanya tidak ada lagi jika kita sudah kehilangannya. Tanpanya kita pasti merasa seperti kehilangan arah dan energi. Setelah membaca buku ini saya menjadi tahu bahwa pengorbanan seorang ibu itu tidak hanya sampai kita dewasa dan mandiri, tetapi sampai titik darah penghabisannya.
      Buku ini sangat bagus dan menarik. Di dalam buku ini banyak kisah yang mengharukan tentang pengorbanan seorang ibu. Pesan dari buku ini adalah jika ibu kita masih hidup, maka berbahagialah bersamanya sebelum kita hanya bisa memberikan doa untuknya di surga. Karena, ketika kehilangan dirinya, maka kita akan kehilangan doanya, doa yang selalu diijabah oleh Tuhan. Dan ingat untuk seorang lelaki, ketika kalian melukai seorang wanita, maka kemungkinan besar kalian menyakiti Ibu kalian sendiri dengan cara yang tak pernah kalian sadari.



 Resensi 9 : KALIMAT DARI HATI

Penulis : @KalimatDariHati
Penerbit : Grasindo
Terbit : 2013
Tebal Buku : 158 halaman
Resentator : Ima Nuraini

       Buku ini menceritakan tentang kalimat yang berasal dari hati. Mulut bisa saja berdusta, tapi hati tidak bisa untuk dibohongi. Jika kita ingin mengungkapkan tentang semua perasaan sedih, senang, jatuh cinta, kecewa, sakitnya sebuah pengkhianatan lebih baik jujur saja. Bukankah itu lebih baik daripada terus membohongi perasaan kita sendiri. Mengagumi seseorang itu bagaikan menggenggam angin, angin itu tidak dapat disentuh, namun angin dapat dirasakan. Angin itu menyejukkan, namun terkadang angin itu dapat menghancurkan. Yang pasti, jangan pernah memberikan harapan kepada seseorang, bila kita belum mampu untuk mencintainya.
       Jatuh cinta adalah ketika seseorang mampu mengembalikan senyuman kita, ketika seseorang mampu membuat kita tertawa lagi seperti biasanya, ketika seseorang mau sepenuhnya membalut luka kita, ketika seseorang bersedia mengisi rasa kesepian kita, ketika seseorang mampu membuat kita lebih berarti, ketika seseorang mampu membuat segalanya menjadi lebih indah, ketika seseorang dapat memberi warna dihidup kita dan kehadiran seseorang itu mampu membuat kita melupakan masa lalu kita. Memang mencintai itu adalah sebuah keputusan bukan sebuah perasaan. Karena, sebuah perasaan itu bisa berubah kapanpun, tetapi sebuah keputusan itu tidak akan pernah berubah. Tetapi, yang pasti hanya cinta tuluslah yang mampu menyatukan benci dan dendam menjadi sebuah kedamaian.
      Cinta pertama memang manis, tapi akan terasa pahit saat kita telah mengenal rasa kehilangan. Kita pasti pernah merasakan sedih yang teramat sangat. Disaat kita sedang merasa kehilangan karena ditinggalkan oleh seseorang yang sangat kita cintai. Jatuh cinta memang terkadang tidak realistis. Karena cinta datang dengan tanpa alasan dan terkadang bahkan tak terbalaskan. Namun itulah cinta, sebuah kata yang sederhana namun penuh makna. Pertemuan adalah awal dari perpisahan. Entah perpisahan karena ketidaksepahaman atau karena ajal. Tetapi kita tidak boleh merasa kecewa akan perpisahan itu, karena Tuhan itu memiliki rencana yang jauh lebih baik.
     Buku ini sangat bagus, menarik, kata-katanya sangat bagus, banyak kisah yang mengharukan dan menyentuh hati. Menurut saya tidak ada kekurangan dalam buku ini. Pesan dari buku ini adalah ketika sudah tak ada lagi yang bisa kita percaya dalam hidup kita, lebih baik ikutilah kata hati.



Resensi 10 : DI-PHP-IN 

Penulis : @OrangPHP
Penerbit : Matahari
Terbit : 2013
Tebal Buku : 142 halaman
Resentator : Ima Nuraini
      Buku ini menceritakan tentang seorang pemberi harapan palsu (PHP). Harapan palsu itu membuat sakit, sesak, dan bikin galau. Bahkan bisa mengakibatkan trauma dengan yang namanya cinta. Namun, sesungguhnya cinta bukan sebuah kepastian, cinta adalah bukan berarti selalu semua harapan. Tetapi, cinta itu bukan berarti selalu indah. Sesungguhnya sebuah cinta abadi adalah gabungan antara berbagai rasa yang menjadikannya saling melengkapi perbedaan yang membuatnya berbeda dari cinta lainnya.
     Kita memang enggak pernah tahu bagaimana nasib hubungan seseorang, yang awal-awalnya enak-enakan bermesraan bisa jadi di ujung-ujungnya juga akan putus. Hidup itu ibarat kopi. Kadang manis, kadang pahit. Tapi, kalau kita nikmati, semuanya akan terasa indah. Seperti itu juga cinta. Jadi, janganlah kita terpuruk karena cinta, karena cinta bukanlah hal yang buruk seperti yang kita bayangkan.
     Tips supaya kita tidak disangka php, yaitu jangan memberikan perhatian dan kasih sayang yang berlebihan, jangan memberikan janji manis dan harapan kalau kamu tidak bisa menepatinya, kalau BBM-an atau SMS-an enggak usah pakai smiley yang vulgar, dan jangan menggantungkan suatu hubungan. Ada juga tips supaya kita tidak menjadi korban php, yaitu jangan terlalu percaya omong kosong janji-janji dan harapan belaka, jaga sikap, carilah pacar yang enggak terlalu cakep, jangan tergoda bujuk rayuan maut, jangan terlalu gede rasa, dan jangan terlalu percaya diri. Nah yang paling penting tips supaya move on dari orang php, yaitu jangan keseringan nonton ftv atau sinetron apalagi bergenre drama, turuti nasihat orangtua dan para teman sekaligus sahabatmu, kecamkan di hati kalau kita bisa move on, banyakin rutinitas, enggak usah kepoin doi, lupakan semua kenangan manis dan buang semua pemberian doi, dan yang terakhir banyakin ibadah dan berdoa.
      Buku ini bagus dan bahasanya mudah untuk dipahami. Tetapi, kisah-kisah dalam buku ini saya rasa kurang menarik. Pesan dari buku ini adalah kita memang enggak pernah tahu bagaimana nasib hubungan seseorang, yang awalnya enak-enakan bermesraan bisa jadi ujung-ujungnya juga akan putus. Hidup itu ibarat kopi. Kadang manis, kadang pahit. Tapi, kalau kita nikmati, semuanya terasa indah. Seperti itu juga cinta. Sesungguhnya cinta bukan sebuah kepastian belaka, cinta adalah sebuah bukti dari semua harapan. Tetapi, cinta itu bukan berarti selalu indah. Sesungguhnya sebuah cinta abadi adalah gabungan antara berbagai rasa yang menjadikannya saling melengkapi perbedaan yang membuatnya berbeda dari cinta lainnya. Jadi, janganlah kau terpuruk karena cinta, karena cinta bukanlah hal buruk seperti yang kalian bayangkan


Resensi 11 : SELAMAT TINGGAL KENANGAN MANIS

Penulis : Aster Putih
Penerbit : Rumah Oranye
Terbit : 2014 Tebal Buku : 224 halaman
Resentator : Ima Nuraini
        Buku ini menceritakan tentang kenangan manis yang tak terlupakan. Semua orang pasti pernah merasakan cinta dan lukanya dengan sekian banyak kenangan manisnya. Cinta yang kandas itu adalah sebuah kenangan indah masa lalu yang mungkin sulit untuk kita lupakan. Cinta selalu indah untuk dikenang dan manis terkenang, biarkan ia cukup jadi kenangan saat ia telah kandas di tengah jalan, menyisakan sakit. Namun, sakit itu akan sembuh saat kita bisa cerdas menerima garis cinta kita. Karena Tuhan selalu akan mengirim orang yang lebih baik pada saatnya.
       Kisah cinta manusia selalu beragam warna dan corak. Semua akan menyimpan kenangan manis yang tak bisa terhapuskan begitu saja. Tak sedikit yang patah hati lalu menganggap cinta adalah kematian baginya, namun juga banyak yang menemukan kehidupan baru yang lebih baik saat dia sadar lukanya menjadi beban yang akan merugikan. Mengenang manisnya, lalu membuang pahitnya saat dia merasakan kegetiran kala mengingatnya. Cinta itu tidak rumit dan tidak sulit, hadapilah dengan rasa tenang pada saat dia datang maupun mendadak pergi karena memang tak bisa kita gapai dan miliki. Percayalah, pemilik cinta sejati adalah Tuhan, keyakinan inilah yang akan membuat kita kuat menghadapi badai topan cinta yang mendera melukai. Semua akan terasa indah saat kita bisa mengembalikannya kepada Tuhan, sebagi pemilik segala.
      Cinta adalah bahagia dan lara. Cinta selalu menyisakan kenangan. Cinta tak selamanya indah namun juga penuh hikmah. Cinta bukan hanya tentang luka dan laranya, namun juga suka cerianya. Cinta punya cerita, punya kisah, punya happy dan elegi. Sekecil apapun kenangan, ketika kita melaluinya dengan orang yang kita cintai, akan menjadi sebuah kenangan besar yang tak terlupakan sampai kapanpun.
     Cinta sejati adalah hak semua orang meski tak bisa meraih menggapainya. Namun, terkadang kita selalu ragu dengan adanya cinta sejati dimasa kini, apalagi kesetiaan. Cinta sejati takkan kenal beda dan kasta. Namun jika memang kita tak bisa meraihnya tentu karena adanya banyak kondisi yang sulit. Menyakiti beberapa pihak dan hal ini akan membuat cinta itu menyisakan masalah bagi yang lain. Cinta memang duka, bukan hanya suka.
      Buku ini sangat bagus, menarik dan dapat memotivasi banyak orang. Tetapi, dari sebagian kalimat ada kata-kata yang kurang dipahami oleh saya. Pesan dari buku ini adalah Tuhan sering menitipkan pesan indahnya pada sebuah kenangan dengan orang-orang yang ada di hati kita. Semua orang pasti punya kenangan dengan cintanya, lalu menyimpannya untuk jadi sebuah kisah indah yang layak diceritakan pada saatnya. Sekecil apapun kenangan, ketika kita melaluinya dengan orang yang kita cintai, akan menjadi sebuah kenangan besar yang tak terlupakan sampai kapanpun. Cinta akan menyisakan kenangan manis sekaligus pahit. Rasakan saja manisnya untuk menghilangkan pahitnya agar kita tidak merasa sakit saat mengenangnya. Cintalah yang membuat kita senantiasa bisa mengambil hikmah dari rasa kehilangan.